8 Rektor Perguruan Tinggi di Malang Buka Suara Terkait Wacana Sekolah Tatap Muka

  • Bagikan
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Haris M.Ag.
Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Haris M.Ag. (Foto: Dokumen Tugu Malang ID)

MALANG – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim beberapa hari yang lalu baru mengeluarkan kebijakan terkait sekolah tatap muka di tengah pandemi. Kebijakan tersebut memperbolehkan pembelajaran tatap muka di sekolah mulai 2020 – 2021. Oleh sebab itu, delapan Rektor Perguruan Tinggi di Malang menanggapi kebijakan terkait dengan pembelajaran tatap muka.

Rektor Universitas Gajayana Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE.,MM, mengatakan bahwa akan melihat situasi dan kondisi terkait dengan pembelajaran tatap muka. Sebab, pihak kampus berupaya menekan jumlah penyebaran virus corona.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Meski pembelajaran dilakukan secara daring pihak kampus telah menyiapkan perlengkapan sesuai dengan protokol keseharan yang ditetapkan. Adapun penambahan fasilitas yang tersedia di kampus diantaranya memperbanyak wastafel di setiap sudut kampus, mewajibkan untuk menggunakan masker di lingkungan kampus, penyemrotan disikfektan di lingkungan kampus dan ruangan, melakukan pengecekan suhu tubuh dan menjaga jarak.

Ads Dinas Pendidikan Jatim. Hari Guru Nasional 2020
Ads.

Baca Juga: Spoiler One Piece 997: Kaido Semakin Serius! Ingin Hancurkan Onigashima dan Ibu Kota Bunga

Menurutnya, pembelajaran yang dilakukan oleh kampus Gajayana Malang secara daring tidak mengurangi metode pembelajaran. ” Untuk saat ini kami masih melakukan daring, tapi belum tau lagi nanti bagaimana, untuk saat ini kami masih sangat hati – hati sekali. Meskipun pembelajaran dilakukan dengan daring metode pembelajaran, strategi pembelajaran masih sama hanya saja sistemnya yang berbeda,” ujarnya.

Rektor Universitas Brawijaya Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani AR menyebutkan bahwa masih melakukan pembelajaran secara daring. “Kami masih melakukan pembelajaran daring di semester ini sedangkan untuk pembelajaran tatap muka masih menunggu edaran dikti dan semester depan masih menunggu pembahasan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Rektor Universitas Islam Malang Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si mengatakan bahwa masih menunggu juknis dari kemendikbud. “Kami masih menunggu juknis dan pembahasanya dan untuk semester ganjil kami masih melakukan secara daring,” bebernya.

Sedangkan, Rektor Universitas Merdeka Malang Prof. Dr. Anwar Sanusi, SE., M.Si. mengatakan kami menyambut dengan sangat gembira kebijakan tersebut sebab unmer sudah mempersiapkan untuk mulai menata ruang sedemikian rupa.

“Kursi dijarak untuk setiap ruangan insyaAllah 75% mahasiswa cukup dan perlengkapam cuci tangan. Untuk mahasiswa kami pastikan dulu yang masuk adalah mereka yg bebas covid dengan rapit tes dulu,”terangnya.

Namun, dia menambahkan terdapat beberapa mata kuliah yang ditempuh kombinasi luring dan daring.

Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof Dr Abdul Haris MAg menyebutkan bahwa kalau pemerintah mengizinkan memungkinkan untuk bisa dilakukan kita akan lakukan.

Baca Juga: 5 Hal Positif yang Tercipta Ketika Kita Membiasakan Duduk dengan Benar

“Persiapan UIN pertama mahasiswa semester 2 karena mereka harus di mahad kita siapkan mahad dengan protokol sesuai dengan aturan, sedangkan mereka yang tidak di mahad kita atur,” bebernya.

Dia menambahkan bahwa kemungkinan tidak seluruhnya mahasiswa masuk kelas bisa dilakukan secara bergantian luring dan daring secara bersamaan yang sudah kita desain sejak awal.

Direktur Polinema Drs. Awan Setiawan, M.MT., M.M menyebutkan bahwa bila memang semester genap Kota Malang memungkinkan untuk diselenggarakan pembelajaran Offline akan menyiapkan dengan prioritas.

“Jadi, kuliah teori msh menggunakan online, kuliah praktikum dimungkinkan dilaksanakan di kampus dengan beberapa pembatasan maksimal 50% mahasiswa praktikum di dalam lab atau bengkel, proses belajar mengajar dengan protokol kesehatan yang sangat ketat, dosen yang mempunyai riwayat komorbid tidak diperkenankan mengajar Offline,” jelasnya.

Dia menegaskan meski nantinya akan dilakukan secara offline akan tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan dosen, mahasiswa dan tenaga pendidik.

Selain itu, Rektor Universitas Kanjuruan Malang Dr. Pieter Sahertian, M.Si akan melihat dan memantau perkembangan kasus covid-19 dari hari ke hari sampai bulan Januari belum ada indikasi menurun secara nasional akan tetap melaksanakan pembelajaran daring. Namun, persiapan untuk online dan offline tetap kita lakukan sehingga kita siapkan 2 skenario.

“Kami tidak mau berisiko makanya menyiapkan online dan offline, selain itu protokol kesehatan (3 M) kita siapkan tempat cuci tangan di beberapa tempat dan juga hand senitizer, setiap orang yang masuk lingkungan kampus diukur suhunya. Setiap 3 hari sekali kita semprot disinfectan di seluruh ruangan kantor dan tempat lalulalang orang,” imbuhnya.

Baca Juga: Tino Sidin, Guru Menggambar yang Jadi Google Doodle pada Hari Guru Nasional

Sementara itu, Rektor Universitas Ma Chung Assoc. Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring,S.E.,M.Si mengatakan siap melakukan pembelajaran tatap muka dengan berbagai macam pertimbangan dan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan.

“Kami sudah mengatur kursi dengan jarak 1,5 meter kurang lebih diisi oleh 20 orang, harus memakai masker, dilakukan pengukuran suhu tubuh dan dilakukan penyemprotan disinfektan setiap hari Jum’at dibantu dengan UV – lamp yang berasal dari Tiongkok yang mampu mematikan virus,” jelasnya. Selain itu, pembelajaran dilakukan hanya dengan satu jam tidak boleh lebih.

“Kami sudah atur untuk pembelajaran hanya satu jam jadi kalau sudah satu jam nanti ada timmer peringatan sendiri bahwa pembelajaran harus berakhir. Selain itu juga ada pembelajaran online seperti yang sudah kita lakukan, untuk kegiatan ekstrakulikuler masih ditiadakan,” tegasnya. (rza/noe/gg)

  • Bagikan