Aremania Unjuk Rasa di Depan Gedung Dewan: Ingin Akhiri Dualisme Arema FC

  • Bagikan
Aremania berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang yang menuntut akhiri dualisme klub Arema FC
Aremania berunjuk rasa di depan gedung DPRD Kota Malang yang menuntut akhiri dualisme klub Arema FC. (Foto: BEN)

Malang – Konflik dualisme berkepanjangan selama hampir 1 dekade di tubuh klub bola Arema, membuat keresahan Aremania memuncak. Tepat pada Senin (16/11/2020), ribuan Aremania dan Aremanita memadati jalan di depan kantor DPRD Kota Malang.

Baca Juga: 12 Aplikasi untuk Membuat Hidup Lebih Terorganisir

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Ada sekitar 2 ribu Aremania memenuhi jalan dengan mengusung satu semboyan Make Malang Great Again. Mereka sepakat satu tujuan menuntut agar klub kebanggan Kota Malang ini kembali satu.

Jubir Aksi Damai Aremania, Andi Sinyo, menuntut agar Yayasan Arema selaku pemilik klub yang sah secara hukum, segera menyelesaikan konflik dualisme ini.

“Kami menunut organ yayasan Arema segera turun menemui Aremania, untuk segera menyelesaikan kasus ini,” tegasnya.

“Kalau gak mau, mohon kepada pihak dewan selaku Bapake Arek-Arek Malang (bapaknya anak Malang, red) untuk membantu memfasilitasi mendatangkan mereka (organ yayasan),” harapnya.
Tolak Dualisme, Aremania Luruk Gedung Dewan (2)

Organ yayasan yang dimaksud, lanjut dia, menyasar beberapa nama, mulai Darjoto Setiawan, Bambang Winarno, Andi Darussalam, M Nur, Rendra Kresna, hingga Iwan Budianto. Beberapa nama itulah yang setidaknya berdasar SK Menkum-HAM tahun 2012 Nomor AHU-AH 01.06.317, tercatat sah sebagai organ yayasan.

Baca Juga: Hindari Melakukan 7 Hal ini di Rutinitas Pagi

Merekalah yang punya andil dalam memberi kejelasan soal konflik dualisme Arema yang telah berlangsung kurang lebih 9 tahun sejak 2011.

Konflik dualisme PS Arema ini, kata dia, telah merusak pikiran, hati, jiwa, persaudaraan, dan mencoreng nama baik masyarakat Malang raya, khususnya Aremania dipentas panggung sepak bola Indonesia.

“Ini di Malang ada 2 Arema. Keduanya arahnya dibawa kemana juga gak jelas. Sampai kapan ini terjadi? Kalau memang mengakui bahwa arema milik yayasan, ya ayo dicari bareng yayasannya. Ayo kita kembali satu,” tuntutnya.

Hingga berita ini ditulis, Aremania masih memadati jalanan di area Alun-alun Tugu Malang. Mereka menunggu hingga ada perwakilan rakyat datang menemui mereka untuk melakukan mediasi.

Forkopimda Kota Malang Janji Akhiri Dualisme Arema kepada Aremania

Wali Kota Malang, Sutiaji dan Forkopimda Kota Malang menemui Aremania yang menuntut penuntasan konflik dualisme Arema, di depan Kantor DPRD Kota Malang, pada Senin (16/11/2020).
Wali Kota Malang, Sutiaji dan Forkopimda Kota Malang menemui Aremania yang menuntut penuntasan konflik dualisme Arema, di depan Kantor DPRD Kota Malang, pada Senin (16/11/2020). (Foto: AZM)

Konflik dualisme berkepanjangan di tubuh klub kebanggaan Kota Malang, Arema, membuat Aremania mendesak Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Malang turut andil menyelesaikan konflik ini.

Aksi damai bertajuk Make Malang Great Again itu, akhirnya berbuah manis. Wali Kota Malang, Sutiaji, beserta Forkopimda Kota Malang, bersedia memenuhi permintaan massa.

Baca Juga: 2.000 Liter Solar Mencemari Air PDAM Kota Malang, Diduga Ada Kesengajaan

Tampak juga di tengah lautan Aremania itu, Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko; Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika; Wakil Ketua III DPRD Kota Malang, Rimzah; dan Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata.

Sutiaji yang menemui massa secara langsung, menyampaikan akan membantu niat mulia Aremania mengakhiri konflik dualisme klub Singo Edan ini, secepatnya.

“Insya Allah, dalam satu minggu ke depan, sudah ada kepastian siapa sebenarnya pemilik yayasan Arema. Akan kita lacak, yang terdaftar di Kumham, siapa-siapa saja,” ujarnya memberi janji.

Sebagai salah satu saksi perjalanan Arema, Sutiaji juga merasa resah, karena di tengah perjalanannya pada 2011 silam, terjadi perpecahan.

Dia tidak ingin, di bumi Arema ini, terjadi perpecahan dan saling apriori. “Selanjutnya, saya tidak ingin mendengar ada Arema A atau Arema B. Yang kita semua kehendaki adalah Malang Raya bersatu. Tidak ada yang paling hebat, semuanya hebat,” harapnya.

“Siapa yang tidak menghendaki bersatunya Arema, berarti dia adalah pengkhianat-pengkhianat Arema,” tegasnya, disambut sorak sorai suporter.

Lebih jauh, Sutiaji berharap, agar nantinya dalam proses ini, suporter turut mengawal agar arus informasi satu pintu saja. Dengan harapan, tidak ada oknum pihak luar turut ikut campur dan justru kembali memecah belah.

Baca Juga: 8 Buruh Migran Indonesia Disekap Agen Asal Malaysia, Polisi dan KJRI Kuching Turun Tangan

“Orang di luar senang, bahwa Arema berpecah. Tapi harus kita buktikan, Arema tetap satu, tetap kuat. Kita tunjukkan pada Indonesia dan dunia, itu bukan omong kosong,” tegasnya.

Mendengar hal itu, ribuan Aremania pun bersorak-sorai merayakan sambutan baik itu. Mereka pun kemudian melantunkan lagu Padamu Negeri, Kabar Damai, dan ucapan terima kasih pada Wali Kota Malang. Tampak mereka larut dalam euforia itu. Bahkan sejumlah suporter turut meneteskan air mata haru. (azm/zya/gg)

  • Bagikan