• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Ilustrasi game online di Malang. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi pembunuhan gara-gara game online di Malang. (Foto: Pixabay)

Bunuh Sahabat Gara-Gara Game Online, Pemuda di Malang Terancam Hukuman Seumur Hidup

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang – Pemuda asal Malang, M Imron (18), pelaku pembunuhan sahabatnya sendiri gara-gara sering diejek saat main game online terancam hukuman penjara seumur hidup. Hal tersebut diambil usai pelaku melakukan gelar rekonstruksi kejadian pada 3 September lalu.

Ya, pemuda asal Jabung Kabupaten ini kini menjalani proses rekonstruksi pembunuhan gara-gara sering diledek saat game online. Dalam gelar rekonstruksi dari Satreskrim Polresta Malang Kota bersama jaksa, pelaku memperagakan 22 adegan pembunuhan mulai sejak awal hingga eksekusi. Rekonstruksi dilakukan di lokasi kejadian di Bengkel Mobil dan AC Family, Senin (28/9).

You might also like

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

21/07/2026 3:21 PM
Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

21/07/2026 3:00 PM

Kasubnit I Unit IV Satreskrim Polresta Malang Kota Iptu Rudi Hidajanto menuturkan rekonstruksi dilakukan untuk memudahkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengambil keputusan.

reka ulang pembunuhan game online
Reka ulang pembunuhan: Tersangka M Imron (18) saat mengambil palu dari atas lemari digunakan untuk membunuh korban sahabatnya sendiri gara-gara sering diledek saat main game online, Senin (28/9).

Baca Juga: Sering Diledek saat Main Game Online, Pemuda di Malang Nekat Bunuh Kawannya

Dari hasil penyelidikan dan reka ulang, jelas Rudi ditemui ada indikasi mengarah pada pembunuhan berencana, bukan hanya spontanitas belaka. Lantaran, sebelum insiden konflik rupanya pelaku sudah menyiapkan palu disimpan di atas lemari kamar.

”Ada indikasi pembunuhan ini sudah direncanakan karena tersangka terlebih dulu mengambil palu dan menyimpannya di atas lemari. Jadi bukan spontan. Motif dendamnya sudah terjadi sejak lama,” ungkapnya kepada awak media usai gelar rekonstruksi.

Dalam aksi yang diperagakan, Imron mengaku awal perselisihan dari game online tersebut bermula dari dapur. Keduanya berselisih hebat hingga korban mengeluarkan kata-kata umpatan pedas terhadap pelaku.

Hingga kemudian, saat mereka sampai di kamar lantai dua, tempat sehari-hari mereka tinggal, aksi ini dilancarkan pelaku. Saat itu, korban sedang bermain ponsel. Saat itulah, pelaku mengambil palu di atas lemari dan langsung menghujamkannya ke kepala korban sebanyak dua kali.

”Kondisi korban saat itu sudah tak berdaya, jatuh di depan tersangka. Namun pelaku masih memukulkan palu ke korban, di bagian pundak dan dada,” paparnya.

Baca Juga: Agar Hari Lebih Berwarna, Anda Bisa Melakukan Tips-Tips Ini di Pagi Hari

Setelah mengetahui korban tak bernyawa, pelaku menutup mayat korban dengan jaket dan ditinggal kabur. Namun tak sampai 36 jam berlalu, pelaku berhasil ditangkap saat bersembunyi di rumah pamannya.

Akibat perbuatan dengan motif diejek saat main game online itu, Imron harus menebus atas hilangnya nyawa sahabatnya sendiri, Redi Setyo (20). Imron terancam dijerat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

“Kami kenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati,” pungkasnya. (azm/gg)

Tags: gamegame onlineKota MalangKriminalMalangpembunuhan
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Bareng Rakyat.

Bareng Rakyat Rampungkan Kepengurusan di 31 Kecamatan Jember

by Dwi Linda
21/07/2026 3:21 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Organisasi kemasyarakatan Bareng Rakyat merampungkan pembentukan kepengurusan di seluruh 31 kecamatan di Kabupaten Jember, Minggu (20/07/2026). Pencapaian...

Mahasiswa

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas Terlindas Truk di Gending, Diduga Gagal Mendahului

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 3:00 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin (20/07/2026) sekitar...

Muktamar

Pesantren Tambakberas Jombang Disterilkan, Golf Cart dan Becak Listrik Disiagakan untuk Muktamar NU

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 11:17 AM
0

JOMBANG, Tugujatim.id – Alih-alih kendaraan bermotor, panitia gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang...

Jawa Timur

Cuaca Jawa Timur Hari Ini Bikin Waspada, Dari Kabut Pekat hingga Hujan dan Angin Kencang Mengintai

by Mochamad Abdurrochim
21/07/2026 10:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Selasa (21/07/2026) bergerak dinamis dengan pola yang tidak merata di banyak daerah. Sejumlah...

Next Post
ilustrasi gelontoran uang untuk BPJS Kesehatan warga Kota Malang

DPRD Kota Malang: Rp 100 Miliar untuk Dana BPJS Kesehatan Warga, Korban PHK Dapat Bagian

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID