• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dosen Unej.

Ilustrasi Gedung Universitas Jember. (Foto: dok Unej)

Dua Dosen Unej Konsisten Masuk Daftar 2 Persen Peneliti Paling Berpengaruh Dunia 2025 Versi Stanford

Dwi Linda by Dwi Linda
8 months ago
in Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi membanggakan kembali diraih dua dosen Universitas Jember (Unej). Dua dosen Unej, yakni Prof Bambang Kuswandi dari Fakultas Farmasi dan Mochamad Asrofi dari Fakultas Teknik masuk dalam daftar 2 persen peneliti paling berpengaruh di dunia 2025 versi Stanford University bersama Elsevier BV.

Pencapaian dosen Unej ini bukan kali pertama. Prof Bambang sudah lima kali berturut-turut masuk daftar tersebut, sementara Mochamad Asrofi berhasil menorehkan namanya untuk ketiga kalinya.

You might also like

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

03/06/2026 3:53 PM
LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

03/06/2026 3:16 PM

Baca Juga: Dosen FTP Unej Beri Tips Olah Tomat Saat Harga Anjlok, Bisa Jadi Lebih Mahal

Daftar peneliti berpengaruh dunia ini disusun berdasarkan analisis sitasi penelitian di basis data Scopus yang dikelola Elsevier. Penilaian tidak hanya dilihat dari jumlah publikasi, tetapi juga dampak penelitian. Metrik yang digunakan meliputi indikator komposit (c-score), jumlah kutipan, indeks-h, hingga posisi penulis.

Resep Asrofi Bertahan di Level Dunia

Ditemui di Kampus Unej, Mochamad Asrofi mengaku bersyukur bisa mempertahankan prestasi kelas dunia tersebut. Dosen Unej ini membagikan tiga kunci suksesnya dalam meneliti.

Pertama, membiasakan membaca jurnal ilmiah setiap hari untuk mengikuti perkembangan teknologi, khususnya di bidang ilmu material.

“Saya menargetkan membaca lima tulisan ilmiah setiap harinya,” ungkap dosen teknik mesin ini.

Kedua, bersikap adaptif dan kolaboratif. Asrofi tidak membatasi diri hanya di bidang ilmu material dan mesin, melainkan sering bekerja sama dengan peneliti lintas disiplin. Salah satunya dengan Prof Bambang Kuswandi dari fakultas farmasi.

“Namun di balik semua pencapaian ini, saya terus berusaha melandasi semua penelitian sebagai salah satu bentuk ibadah,” ujarnya.

Prestasi dosen Unej.
Mochamad Asrofi menunjukkan pelet biokomposit dari limbah pelepah pisang. (Foto: dok Unej)

Ketiga, dia fokus meneliti topik berkelanjutan. Salah satunya penelitian mengenai plastik ramah lingkungan berbahan limbah pelepah pisang. Menurut dia, pelepah pisang memiliki kandungan selulosa tinggi (60–85 persen) yang potensial diolah menjadi nano selulosa sebagai bahan penguat biokomposit.

“Asrofi menjelaskan, serat pelepah pisang memiliki kekuatan tarik 500–900 MPa dan modulus elastisitas 5–25 GPa. Angka ini sebanding bahkan lebih tinggi dari serat alam lain seperti bambu atau sabut kelapa,” jelasnya.

Melalui proses ekstraksi, pelepah pisang diolah menjadi serbuk kaya selulosa, lalu dicampurkan dengan biopolimer hingga menghasilkan pelet biokomposit. Bahan ini bisa dipakai untuk membuat produk green packaging dengan teknik injection molding maupun film blowing.

Hasil riset tersebut bahkan sudah diuji di industri bioplastik di Tangerang yang menghasilkan tas kresek ramah lingkungan.

“Namun harga tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini masih mahal, bisa dua hingga tiga kali lipat dari plastik konvensional. Karena itu butuh edukasi dan literasi agar masyarakat mau beralih,” imbuh Asrofi.

Fokus Penelitian Prof Bambang Kuswandi

Senada dengan Asrofi, Prof Bambang Kuswandi juga mengaku bersyukur bisa kembali masuk daftar 2 persen ilmuwan berpengaruh dunia. Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unej ini menyebut istiqomah pada satu bidang menjadi kunci keberhasilannya.

Sejak menempuh studi doktoral di Inggris, dia fokus meneliti biosensor. Meskipun sibuk dengan tugas sebagai pejabat kampus, dia tetap aktif meneliti dengan berkolaborasi bersama kolega dosen dan mahasiswa, terutama di tingkat doktoral.

Dosen Unej paling berpengaruh 2025.
Prof Bambang Kuswandi MSc PhD. (Foto: dok Unej)

Penelitian terbarunya mengembangkan mikrofluida berbasis kertas untuk mendeteksi penyakit degeneratif, seperti diabetes, kadar kolesterol, hingga asam urat.

“Sementara untuk riset kolaborasi, saya bersama Asrofi tengah mengembangkan penelitian pelepah pisang untuk bahan filtrasi air. Ini menanggapi tawaran kerja sama dari Kyoto University yang hadir di Unej awal September lalu,” kata Prof Bambang.

Apresiasi Rektor Unej

Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengapresiasi atas capaian kedua dosen Unej tersebut. Menurut dia, hal ini membuktikan Unej mampu bersaing di tingkat internasional.

“Unej terus mendorong dosennya untuk meneliti, memublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, hingga hilirisasi hasil riset. Kami juga menyediakan hibah penelitian dan insentif bagi dosen yang berhasil publikasi di Scopus atau Web of Science,” ungkap Iwan Taruna.

Dengan capaian Prof Bambang Kuswandi dan Mochamad Asrofi, Unej kembali membuktikan diri sebagai salah satu perguruan tinggi yang berkontribusi besar dalam penelitian dunia, khususnya di bidang bioteknologi, material, dan inovasi ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Feni Yusnia

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBerita kampus UnejBerita kampus Unej terbaruDosen Unej peneliti paling berpengaruh 2025JemberKabupaten Jember hari iniPrestasi dosen UnejStanford University
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jatim

Dindik Jatim Tegaskan Kepala Sekolah Dilarang Terima Titipan Siswa pada SPMB 2026

by Mochamad Abdurrochim
03/06/2026 3:53 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menegaskan seluruh kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB negeri di wilayah setempat dilarang...

LPPM UM.

Kolaborasi LPPM UM X Direktorat Inovasi UM Dorong Hilirisasi Riset Global melalui Pameran AFRASIA 2026

by Dwi Linda
03/06/2026 3:16 PM
0

MALANG, Tugujatim.id — Pusat Sains dan Rekayasa (PSR) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri...

Pelanggaran Etik Sosial

Pelanggaran Etika Sosial Masih Marak, Tempat Umum dan Medsos Jadi Lokasi Dominan

by Mochamad Abdurrochim
02/06/2026 8:10 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pelanggaran etika sosial masih kerap ditemukan di tengah masyarakat. Tempat umum dan media sosial disebut menjadi lokasi...

Net Zero Campus.

Perkuat Transformasi, UM Inisiasi Kerja Sama Net Zero Campus dengan Climateworks Centre Monash University

by Dwi Linda
30/05/2026 11:19 AM
0

MALANG, Tugujatim.id - Universitas Negeri Malang (UM) menginisiasi kerja sama dengan program Net Zero Campus dari Climateworks Centre, Monash University,...

Next Post
Siswa Sekolah Rakyat di Tuban.

Dua Siswa Sekolah Rakyat di Tuban Mundur, Alasan Sepele Jadi Kendala

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID