Kisah Ervita Sari, Perempuan dengan 7 Pekerjaan Berbeda Sekaligus - Tugujatim.id

Kisah Ervita Sari, Perempuan dengan 7 Pekerjaan Berbeda Sekaligus

  • Bagikan
Ervita Sari, 1 Perempuan atasi 7 Pekerjaan Berbeda
Ervita Sari, perempuan yang memiliki 7 pekerjaan berbeda sekaligus. (Foto: Dokumen)

Mungkin kita pernah mengeluh ketika pekerjaan yang kita lakukan begitu berat atau melelahkan. Namun, pernahkah kita berpikir bagaimana jika kita menjalankan 7 pekerja sekaligus di 7 perusahaan berbeda? Hal itulah yang Ervita Sari jalani. Perempuan yang kini menjalankan 7 pekerjaan di 7 perusahaan berbeda.

“Sebenarnya kalau yang bisnis perumahan itu saya pegang 4, untuk kuliner pegang 1, 1 lagi di bidang hukum dan 1 masih rahasia tapi bakal dijalankan tahun ini,” ungkapnya, pada Kamis (12/11/2020).

Baca Juga: Hari Ayah Nasional: Ragam Cerita Peringatan Hari Ayah di Dunia

Kepada tugumalang.id partner Tugu Jatim, Ervita Sari mengungkapkan sebenarnya background pendidikannya tidak sama dengan ketujuh pekerjaannya saat ini.

“Justru di pendidikan itu background ku S1 PGSD di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UHAMKA). Jadi aku gak ada basic di hukum. Gak ada basic di properti atau pertanahan, ataupun basic di kuliner,” jelasnya.

Dia bercerita, awalnya setelah lulus S1, dirinya memutuskan ke Malang untuk membantu di kantor notaris kakaknya sebagai sekretaris. Tepatnya di Kantor Notaris Sapto Cahyadi KW SH MKn.

“Di situ langsung digembleng untuk ngurus akta, perpajakan. dan segala macam,” kenangnya.

Dari situlah, dia mengenal banyak pemilik perumahan di Malang. “Lalu kan kalau di notaris kebanyakan jual beli dan kepengurusannya rumah, dari situ mulai kenal klien-klien yang buat perumahan. Mereka lalu tertarik dengan kinerjaku yang cepat, dan mereka minta aku kerja di mereka melalui perantara kakakku,” bebernya.

“Lalu kata kakakku, selagi aku sanggup ya monggo. Kalau mau tetap di notaris sambil nyambi di perumahan,” sambungnya.

4 perumahan yang Ervita pegang yakni Eksotik Panderman Hill, Sarasvati Royal Park, Avania Residence, dan Griya Cemara Residence.

Baca Juga: 15 Daftar Website Penyedia Vektor Gratis yang Super Keren

“Saya manajer keuangan di Eksotik Panderman Hill dan Sarasvati Royal Park. Lalu di Griya Cemara dan Avania saya pegang adminnya,” ujarnya.

Tak berhenti sampai disitu, ternyata perempuan yang akrab disapa Vita itu juga dipercaya memegang bisnis kuliner.

“Lalu terjun juga di kuliner karena owner Eksotik Panderman Hill itu ingin membuka usaha kuliner. Akhirnya buka cafe di Jalan Soekarno Hatta Malang sampai membuka restoran steak bernama Steak Sultan di Sawojajar Malang,” terangnya.

“Dari situ saya diserahi juga Sultan Steak sebagai manajer,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, dari 7 pekerjaan tersebut, yang paling butuh banyak waktu adaptasi adalah di kantor notaris.

“Karena saya dari pendidikan guru. Lalu 2 hari setelah wisuda harus masuk ke dunia hukum itu butuh penyesuaian,” kenang Ervita Sari.

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

“Saya benar-benar harus belajar hukum dari nol. Mulai dari turun ke perpajakan sampai pertanahan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Vita mengatakan, meskipun memiliki banyak pekerjaan, dirinya tidak merasa berat.

“Saya menerapkan semuanya sebenarnya terkait, karena manusia bukan hanya makhluk sosial saja, tapi makhluk ekonomi, suka belajar dan sebagainya. Jadi ketika membagi waktu menurut saya tidak terlalu berat, cuma waktunya itu saya efektifkan sebaik mungkin,” ucapnya.

“Membagi waktunya seperti Senin sampai Sabtu saya di notaris, sementara pekerjaan di perumahan masih bisa disela-selakan waktu jadi notaris. Lalu saat pulang dari pekerjaan di notaris, saya lanjutkan pekerjaan di kuliner,” lanjutnya.

Sehingga bos-bos perusahaan yang menawarinya pekerjaan, pasti paham jika dirinya tidak bisa terikat waktu.

“Kalau ada orang-orang yang minta saya bekerja di tempatnya, maka resikonya saya tidak bisa terikat jam kerja. Tapi saya bertanggung jawab dan kepercayaan atas apa yang diberikan mereka akan saya selesaikan,” ujarnya.

Vita mengakui, kemampuan bekerja di banyak tempat ini menurun dari keluarganya. “Sebenarnya keluarga kami sudah terbiasa multitasking dari ibu saya. Jadi ibu saya dulu guru yang bisa mengajarkan banyak pekerjaan dalam satu waktu,” ungkapnya.

Ada kalanya juga perempuan berkerudung ini juga merasakan lelah. “Kalau rasa capek, sebagai manusia pasti pernah merasakan capek. Tapi ibu saya menekankan mungkin kamu merasa capek, tapi di luar sana mungkin ada banyak orang yang ingin menjadi seperti kamu,” jelasnya.

“Jadi balik lagi ke bersyukur, karena diberikan banyak pekerjaan ini artinya banyak orang yang percaya kepada saya. Kepercayaan itu mahal, apalagi ada 7 orang yang mempercayakan bisnisnya kepada saya,” sambungnya.

Baca Juga: Anjloknya Industri Karoseri di Tengah Badai Pandemi

Terakhir, Vita memberikan pesan pada perempuan di luar sana yang memiliki banyak kemauan.”Kalau pesan saya mungkin perempuan sering disebutkan banyak maunya, tapi tidak masalah perempuan banyak maunya kalau kata ibu saya. Asalkan dia tau sampai mana batas kemampuannya, keinginan yang banyak harus diseimbangkan kemampuan yang banyak juga,” katanya.

“Kalau kamu mau keinginanmu tercapai, maka kemampuanmu juga harus bisa mencapai itu,” pungkas Ervita Sari. (rap/zya/gg)

  • Bagikan