Es Santan 68: Kuliner Murah Legendaris Kota Malang Berusia Setengah Abad

  • Bagikan
Es Santa 68 Kota Malang yang begitu legendaris. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Es Santa 68 Kota Malang yang begitu legendaris. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Kuliner Kota Malang memang beragam. Tak hanya makanan, sederet minuman menyegarkan juga menyita perhatian. Salah satunya Es Santan 68.

Kuliner sederhana yang terletak di Jalan Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini, banyak digemari berbagai kalangan. Selain cita rasanya yang unik, tampilan menarik, Es Santan 68 juga terbilang legendaris.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Bagaimana tidak, Sutono, si penjual minuman ini, mengatakan bahwa dirinya mulai berjualan sejak tahun 1968. “Waktu itu saya jualan umur 17 tahun seharga satu ringgit atau dua setengah rupiah,” katanya.

Es Santan 68. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Lokasi tempat ini beralamat di Jalan Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang. (Foto: Fen/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Baca Juga: Awas, Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian COVID-19 hingga 48 Persen

Kini, satu gelas Es Santan 68 ini dijual seharga Rp 5 ribu saja. Terdiri dari ketan hitam, tape, dan cendol yang dicampur dengan santan, sirup, dan es. Makin istimewa tatkala di atas gelas tersebut ditutup dengan roti tawar yang disiram sirup merah sebagai toppingnya. Membuat es bercita rasa asam, manis, dan gurih itu makin menggoda.

Di samping itu, tak sedikit yang menyebut es ini sebagai Es Pink, lantaran tampilannya yang menyita pandangan mata. Yakni, berwarna merah muda. Di mana warna putih berasal dari santan dan juga warna merah yang berasal dari sirupnya.

Menurut Sutono, tak ada resep khusus yang membuat es ini istimewa, selain konsistensi dalam racikan dan rasa. “Bahannya ya cuma santan, vanili, gula, pandan hijau, tape ketan hitam, dan cendol,” jelasnya.

Salah satu pembeli Es Santan 68, Da’asmarani (22), mengatakan, ketertarikannya untuk mencoba minuman ini karena penasaran. “Karena suka makan, terus temen-temen bilang disini esnya enak. Terus saat coba dan rasanya emang enak. Seger,” paparnya.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Es Santan 68 buka setiap hari hingga pukul 16.00 WIB. Warung es sederhana yang hanya bermodalkan gerobak dorong yang mangkal di trotoar jalan ini juga membuka cabang di depan SMA Negeri 9 Kota Malang. (fen/zya/gg)

  • Bagikan