Imarotul Izzah, Penulis Naskah asal Malang di Kancah Festival Film Internasional

  • Bagikan

MALANG – Karya penulis naskah film asal Malang, Imarotul Izzah, telah berhasil menembus kancah internasional. Ima, sapaan akrabnya, berhasil membuktikan bahwa perempuan juga bisa menjadi pekerja film.

Kepada tugumalang.id (Grup Tugu Jatim), Ima bercerita soal kiprahnya di dunia film. “Tahun 2014 saya diajak oleh sutradara asal Batu dan teman-teman DKV UM untuk membantu penulisan naskah film tugas mereka,” kenangnya.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Dalam film berjudul Fugio itu, Imarotul Izzah dan tim memenangkan juara 2 Kelner’s Film Festival 2014 dan beberapa nominasi dalam Festival Film Pendek Jawa Timur 2015.

Baca Juga: Awas, Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian COVID-19 hingga 48 Persen

Dari sana, Ima terus menekuni dan menuangkan ide ke dalam naskah film. Hingga menghasilkan 4 karya yang ikut dalam ajang film festival di kancah Internasional. “Film yang terakhir saya tulis ini terpilih dalam 2 festival film sekaligus,” ujarnya.

Film yang Ima maksud adalah Ora Srawung Mati Suwung atau A Closed Mouth Catches No Flies. Film yang disutradarai oleh Destian Rendra Pratama ini berhasil masuk Bali International Film Festival 2021 dan SeaShorts Film Festival 2020.

Dia menjelaskan, naskah film Ora Srawung Mati Suwung itu diadaptasi dari cerpennya yang pernah dimuat dalam satu media cetak.

Ima menyebutkan, keberuntungan tengah berpihak pada dirinya. “Kebetulan saja saya senang menulis cerita pendek dan beruntungnya saya bertemu dengan teman-teman di Production House Hisstory Films yang senang berproses kreatif membuat film,” ucapnya.

Baca JugaModus Investasi Tembakau, Biduan Asal Malang Kena Tipu Rp 350 Juta

Meski karyanya telah tembus dalam ajang festival film internasional, dia bertekad akan terus menulis cerita dan menghasilkan karya yang dapat dinikmati oleh masyarakat.

“Saya sangat senang apabila cerita-cerita saya dibuat film agar lebih banyak orang menikmati imajinasi saya,” beber Alumni Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Selain itu, dia punya keinginan agar karya cerpen miliknya dapat dimuat di salah satu media cetak nasional.

Sebagai penulis naskah film yang bekerja di salah satu media online, Ima berusaha selalu membagi waktu untuk berproses kreatif.

“Meskipun ada hari di mana pekerjaan begitu banyak, melelahkan, serta penuh tekanan, tapi saya selalu mendorong diri saya untuk terus berkarya. Saya tidak mau menyia-nyiakan masa muda saya. Saya tak mau diri saya menyesal nanti hanya karena tidak cukup berjuang dan tidak punya banyak pengalaman,” tegasnya.

Soal prinsip hidup, Ima mengutip petuah Jo March di film Little Women. “I just feel like women, they have minds, and they have souls, as well as just hearts and they’ve got ambition, and they’ve got talent, as well as just beauty,” pungkasnya.

Reporter: Rezza Do’a
Editor: Lizya Kristanti

 

  • Bagikan