Kayutangan Heritage Banjir Usai Dibuka, Pembangunan Proyek jadi Sorotan

  • Bagikan
Genangan air di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kayutangan Heritage, Kota Malang, usai diguyur hujan deras, pada Jumat (25/13/2020). (Foto: Dokumen Tugu Malang)
Genangan air di sepanjang Jalan Basuki Rahmat, Kayutangan Heritage, Kota Malang, usai diguyur hujan deras, pada Jumat (25/13/2020). (Foto: Dokumen Tugu Malang)

MALANG, Tugujatim.id – Intensitas hujan lebat yang mengguyur Kota Malang pada Jumat (25/12/2020), membuat sejumlah daerah di Kota Malang banjir. Parahnya, banjir ini juga terjadi di jalan berbatu andesit Kayutangan Heritage yang baru saja selesai dibangun.

Sontak, warganet kembali menyoroti proyek revitalisasi yang memakan dana hingga Rp 23 miliar ini. Sejumlah postingan menyebutkan, banjir di kawasan tersebut baru terjadi pasca dibangun jalan berbatu andesit.

“Daerah Kayutangan yang dulu gak pernah tergenang meski hujan deres, sekarang jadi titik genangan baru. Yokpo lur tanggapane umak?,” tulis akun @malangraya_info, beserta video banjir.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Namun, penuturan berbeda dikatakan Cipto (25), warga yang sehari-hari berjualan disana, bahwa banjir tidak hanya terjadi saat ini saja. Menurut dia, bahkan sudah berlangsung selama 5 tahun terakhir.

”Lho gak hanya sekarang saja sudah dari dulu. Karena gorong-gorongnya ditutup semua, gak hanya karena jalan heritage ini. Kadang kalau deres, genangan air sampe masuk warung saya. Persis kayak genangan kemarin,” katanya, pada Sabtu (26/12/2020).

Tampak dari video yang beredar, dampak genangan air terjadi di dua titik, yakni di depan Mc Donald Kayutangan (zona 1) dan depan toko mainan Lido, Rajabally (zona 2).

Kendati demikian, Wali Kota Malang, Sutiaji, saat kondisi hujan deras kemarin tak tinggal diam. Tanpa pengawalan protokoler, pria nomor satu di Kota Malang ini terjun ke lokasi banjir untuk melihat langsung kondisi penyebab banjir.

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

Ada dua titik genangan banjir yang dia sasar, yakni di Jalan Ir Rais dan Jalan Soekarno Hatta. Dia langsung menelusuri biang banjir dengan hanya memakai jas hujan.

“Tentu ini mengherankan buat saya karena dulu sudah pernah dilakukan penyudetan agar air sungai dapat bergerak lancar. Faktanya setelah saya lihat langsung, kembali faktornya sampah dan sampah,” ujar Sutiaji, kemarin.

Selain menyasar 2 lokasi itu, Sutiaji juga mencermati munculnya genangan di kawasan Basuki Rahmat. Usut punya usut, genangan air di area tersebut disebabkan sisa material yang menghambat pergerakan air.

“Sudah saya warning (peringatkan) kepada pelaksana proyek untuk melakukan pembersihan,” tegasnya.

Baca Juga: Anjloknya Industri Karoseri di Tengah Badai Pandemi

Di penghujung inspeksi, alumni IAIN Malang ini kembali mengimbau kepada warga Kota Malang, untuk tidak membuang sampah sembarangan serta bersama-sama merawat lingkungan dan prasarana kota.

Sebab, permasalahan banjir di Kota Malang termasuk di kawasan Kayutangan Heritage bakal tak kunjung tuntas apabila perilaku kurang bertanggung jawab dengan membuang sampah sembarangan masih kerap dilakukan.

“Lebih lebih pada kondisi pandemi COVID-19 seperti saat ini, jangan makin kita perparah dengan tindakan-tindakan yang menyebabkan lingkungan menjadi tidak sehat,” imbaunya. (azm/zya/gg)

  • Bagikan