Kayutangan Heritage Kota Malang Selesai Tepat Waktu, Dibuka Mulai Pekan Depan

  • Bagikan
Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaran Forkopimda Kota Malang saat meninjau progres pengerjaan proyek Kayutangan Heritage, Kamis (17/12) (Foto: Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaran Forkopimda Kota Malang saat meninjau progres pengerjaan proyek Kayutangan Heritage, Kamis (17/12) (Foto: Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

MALANG, Tugujatim.id – Pengerjaan jalan berbatu andesit di Jalan Basuki Rahmat dalam proyek Kayutangan Heritage Kota Malang dipastikan rampung sesuai target. Dari hasil progres pengerjaan hingga saat ini, akses jalan protokol utama ini diklaim bisa kembali buka pada 20 Desember 2020 mendatang.

Memastikan hal itu, pejabat Forkopimda Malang Raya meninjau langsung proses pengerjaan proyek itu, Kamis (17/12) sore. Tampak hadir bersama, Wali Kota Malang Sutiaji, Wawali Sofyan Edi Jarwoko, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona.

Sumbangan Kemanusiaan Gempa Malang

Baca Juga: Cara Mengatasi Stres Berkepanjangan, Lakukan Hal-hal Berikut!

Dari hasil tinjauan ke lokasi proyek Kayutangan Heritage, Wali Kota Malang Sutiaji menyebutkan, jika proses pengerjaan sudah hampir rampung dan mungkin bisa selesai sesuai target pada 20 Desember 2020 mendatang. Kini, kata dia, hanya tinggal revisi dan perbaikan kecil disana-sini.

”Dari pelaksana proyek tadi kurang lebih tinggal lima persen. Saya minta malam ini bisa diselesaikan. Sehingga harapannya, besok tinggal pekerjaan-pekerjaan yang kecil-kecil saja,” kata dia usai meninjau.

Pria nomor satu di Kota Malang ini menegaskan, revisi sangat perlu karena berkaitan dengan kualitas proyek jalan nantinya.

“Khawatirnya, ketika nanti ada sedikit aja kurang, nanti bisa fatal. Jangan sampai nanti pas dilewati terus goyang. Nanti jadi kerja dua kali, ada penutupan lagi,” tegasnya.

Baca Juga: 5 Skill Penting untuk Sambut Tahun 2021

Selain itu, pentingnya pengerjaan proyek Kayutangan Heritage ini selesai sesuai target mengingat sebagai antisipasi dampak lalu lintas menjelang liburan Natal dan Tahun Baru mendatang. Selama ini, ada proyek bebarengan yakni Jembatan Kedungkandang, yang berdampak pada kemacetan di mana-mana.

Apalagi, tren angka kasus penularan COVID-19 di Kota Malang bahkan di daerah lain justru melonjak tinggi. Malang, kata dia sudah masuk zona merah.

“Kalau ada kemacetan, ditakutkan juga rawan tertular dan menularkan virus. Kan pasti ada banyak wisatawan luar kota juga ya,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Mandor Proyek Kayutangan Heritage, Alex menyebutkan, proses pengerjaan batu andesit di dua titik di pertigaan Avia dan perempatan Rajabali sudah rampung. Hanya tersisa sekitar 2 persen saja.

Baca Juga: Pemanasan Global Lebih Berbahaya daripada Virus Corona

”Hanya tinggal revisi saja sedikit-sedikit. Ini rencana semua kami akan lembur. Semoga nanti tanggal 20 jalan sudah bisa dibuka. Nanti mungkin Sabtu (19/12) rencana akan ujicoba internal, belum buka sepenuhnya,” akunya. (azm/gg)

  • Bagikan