• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
tempe asal indonesia dikenal di meksiko

Tempe, kuliner Indonesia yang telah dikenal oleh warga Meksiko sejak tahun 2005 silam. (Foto: Pixabay)

Ketika Tempe Telah Menjadi Olahan Kuliner Budaya di Meksiko

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in Sastra & Budaya, Featured, Internasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

Mexico City – Indonesia boleh berbangga, sebab, makanan khas Nusantara yang terbuat dari kacang kedelai atau tempe ini telah banyak dikenal di Meksiko. Ya, sejak tahun 2005 silam, tempe telah hadir di salah satu negara di Amerika Utara tersebut.

Dari berita yang dilansir oleh Kementerian Luar Negeri RI, kuliner ini dikenal berkat seorang alumni darmasiswa yang telah menjadi pengusaha tempe di Meksiko, yakni Luisa Velez Martinez. Luisa tertarik menjadi pengusaha tempe di negerinya itu usai mendapat bimbingan dari pengusaha olahan kacang kedelai ini asal Indonesia yang tinggal di Jepang, yaitu Rustono.

You might also like

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

06/07/2026 5:13 PM
Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

26/06/2026 10:54 PM

Baca Juga: Orang Kaya Punya Kesempatan Lebih Sukses? Apa Benar?

Awal mula kisah tersebut dikisahkannya di sebuah webinar yang diselenggarakan oleh KBRI Mexico City yang bertema “El Tempe:  un alimento nutritivo de Indonesia como una oportunidad de integración culinaria Mexicana e Indonesia. Atau jika dibahasa Indonesiakan yakni “Tempe: olahan pangan bergizi Indonesia sebagai sebuah peluang integrasi kuliner Mexico dan Indonesia” yang digelar pada Selasa, (24/11/2020).

“Saya senang akhirnya tempe bisa hadir di Meksiko” ungkap Rustono dalam webinar seperti dilansir dari KBRI Mexico City.

webinar tentang tempe yang diselenggarakan KBRI Mexico City
Webinar tentang kuliner tempe yang diselenggarakan KBRI Mexico City. (Foto: Dokumen KBRI Mexico City)

Webinar juga mengundang Chef asal Meksiko Lalo Plascencia yang memaparkan potensi tempe dapat diintegerasikan dengan kuliner meksiko. Ia berpendapat bahwa tempe dapat menggantikan posisi protein hewani dalam kuliner Meksiko. Chef Lalo memperagakan masakan Aguachile dari daerah Sinaloa di Meksiko yang biasanya menggunakan udang, diganti dengan tempe.

“Tempe seperti spons, diberikan aneka saus langsung dapat cepat menyerap dan dapat dikombinasikan dengan berbagai kuliner karena sifatnya yang fleksibel, tanpa rasa, sehingga bisa diterima secara global,” papar Chef Lalo.

Baca Juga: 5 Trik Pencarian Google Andalan untuk Browsing Lebih Tepat

Baik Chef Lalo maupun Luisa, keduanya merasa bahwa tempe merupakan olahan pangan yang penting setara dengan proses tamalisasi/ proses olahan jagung yang merupakan bahan konsumsi utama di Meksiko. Luisa juga menyampaikan terima kasihnya kepada Indonesia karena telah menciptakan tempe untuk dunia. Hal ini juga mengingat tempe telah diterima baik di banyak negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Italia,  Korea, China, dll.

Sementara itu, Evi Siregar, dosen studi Asia Pasifik ahli Indonesia dari Colegio de Mexico menjelaskan sejarah tempe di Indonesia, termasuk kandungan gizi dan hasil olahan tempe yang banyak dikonsumsi oleh orang Indonesia.

“Saya berharap tempe di Meksiko bisa menjadi bagian dari pola konsumsi orang Meksiko sehari-hari melalui proses asimilasi budaya”, ujar Evi menekankan kemungkinan tempe menjadi bahan pangan yang penting bagi orang Meksiko.

Baca Juga: Mengenal Fitur Fleet yang Hadir untuk Warga Twitter

Tempe di Meksiko mulai digunakan oleh restauran-restauran di Mexico City di daerah colonia Roma terutama yang menawarkan makanan bagi para vegetarian. Webinar diselenggarakan dalam Bahasa Spanyol dan sebagian besar pesertanya adalah masyarakat Meksiko. (KBRI Mexico City/gg)

Tags: BudayaInternasionalKBRI Mexico CityKulinerMeksikoMexico Citytempe
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Teras Semeru.

Mengenal Muhammad Syafi’i, Santri Sukses Berdayakan Warga Kampung berkat Rumah Makan Teras Semeru Lumajang yang Viral

by Dwi Linda
06/07/2026 5:13 PM
0

LUMAJANG, Tugujatim.id – Di balik meroketnya angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Kabupaten Lumajang selama libur Lebaran 2026, ada satu...

Blitar

Kisah Anak Buruh Setrika di Kota Blitar Menjemput Asa Lewat Sekolah Rakyat

by Mochamad Abdurrochim
26/06/2026 10:54 PM
0

"Sedih rasanya melihat teman-teman lain berseragam. Tapi saya harus sabar, menepi dulu demi bantu orang tua. Saya jualan es teh....

Sekolah Rakyat.

Menolak Padam, Asa Baru Silvia dan “The Invisible People” dari Bangku Sekolah Rakyat

by Dwi Linda
26/06/2026 5:47 PM
0

"Ada banyak pahlawan dalam kamus hidup Silvia Putri Cahyani, pelajar 14 tahun di Kota Batu, Jawa Timur. Paman dan bibinya,...

Larung Sesaji

Melihat Tradisi Larung Sesaji Pantai Serang Blitar, Khidmat Suroan Warisan Leluhur Sejak 1830

by Mochamad Abdurrochim
19/06/2026 10:15 AM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Memeluk erat sebuah takir, nasi bungkus daun pisang, mata Hartini (47) menatap hamparan ombak selatan Pantai Serang,...

Next Post
Pers rilis kasus investasi bodong yang melibatkan mantan Manager Bank Mega Malang

Mantan Branch Manager Bank Mega Malang Tipu 8 Nasabah Hingga Raup Rp 5,7 Miliar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID