Rumah Sakit Satwa Liar Inggris Sebut Tahun Ini Sebagai “Tahun Tersibuk” Selama 36 Tahun - Tugujatim.id

Rumah Sakit Satwa Liar Inggris Sebut Tahun Ini Sebagai “Tahun Tersibuk” Selama 36 Tahun

  • Bagikan
Ilustrasi rumah sakit satwa liar. (Foto: Pixabay) dokter hewan, rumah sakit hewan
Ilustrasi rumah sakit satwa liar. (Foto: Pixabay)

INGGRIS, Tugujatim.id – Rumah Sakit Satwa Liar di seluruh Inggris mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan “tahun tersibuk”.Hal tersebut setelah banyaknya landak, merpati, kelelawar dan burung pemangsa, serta hewan liar lainnya yang dibawa ke pusat perawatan.

Peningkatan ini disebabkan adanya COVID-19 sebagai faktor yang signifikan di tahun ini. Di mana jumlah orang yang bepergian ke alam mengalami lonjakan selama pandemi. Hampir setengah dari populasi masyarakat Inggris meluangkan lebih banyak waktu di luar daripada sebelum adanya COVID-19.

Sepertiga orang melaporkan lebih banyak yang memperhatikan alam dan satwa liar. Sebuah pusat Vale Widlife di dekat Tewkesbury di Gloucestershire, mengungkapkan bahwa 2020 telah menjadi tahun tersibuk dalam 36 tahun sejarahnya.

Baca Juga: Awas, Obesitas Tingkatkan Risiko Kematian COVID-19 hingga 48 Persen

“Kami menerima hampir 7.000 hewan di tahun 2019 dan kami pasti berada di jalur yang tepat untuk melawannya,” jelas Caroline Gould, sang pendiri rumah sakit seperti dilansir The Guardian.

Gouuld juga mengatakan bahwa salah satu faktor adalah penguncian. Akan tetapi, peningkatan juga merupakan bagian dari pola jangka panjang.

“Sebagian besar cedera yang diderita oleh satwa disebabkan karena ulah manusia”, tambahnya.

“Tidak secara langsung maupun sengaja, tapi dari cara hidup kita telah memberikan dampak bagi satwa dan merusak habitat mereka. Orang-orang di zaman sekarang jauh lebih sadar bahwa kami yang menyebabkan sebagian besar masalah pada satwa liar dan mereka ingin menjadi bagian dari solusi tersebut”.

Pandemi telah memangkas dana dan jumlah sukarelawan tetapi juga meningkatkan kesadaran yang berarti lebih banyak orang menyelamatkan hewan atau satwa terluka. Pandemi menyebabkan korban satwa liar meningkat tajam bersamaan dengan penurunan drastis dalam pendanaan dan dukungan sukarela.

Relawan dan dokter hewan yang bekerja dalam tim yang terpisah telah berkurang secara signifikan. Hal ini untuk mengurangi risiko infeksi dari satwa liar. Dalam masalah ini, penyelamat satwa liar telah ditunjuk sebagai pekerja kunci.

Meskipun tidak adanya data yang komprehensif mengenai jumlah satwa liar di seluruh negeri, para professional di sektor tersebut yakin mengatakan jumlahnya telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Mengintip Film Tilik, Diproduksi Tahun 2018, Viral Tahun 2020

Sebuah situs website yang menawarkan nasihat tentang penyelamatan satwa liar, Help Widlife, telah menyusun direktori sebanyak 510 pusat operasional di seluruh Inggris, tempat ratusan ribu satwa liar dirawat karena trauma atau menderita infeksi setiap tahunnya. Beberapa tempat di pusat adalah untuk spesies satwa liar khusus, sementara yang lain menjaga hewa yang akan dibawa masuk.

Pusat penyelamatan seringkali menjadi jaring pengaman bagi satwa liar nasional dan melibatkan pasukan sukarelawan yang berdedikasi tinggi. Hal ini mengacu pada ekologi Inggris yang menurun drastis dan investasi dalam konservasi telah turun sebanyak 33 % dalam lima tahun terakhir.

Tahun 2020 menjadi pemecah rekor Penyelamatan Kehidupan Laut Penyelam Inggris, yang menyediakan layanan darurat 24 jam untuk mamalia laut serta melatih dan mengoordinasikan lebih dari 2.000 sukarelawan. Meskipun terkadang berhubungan dengan spesies langka seperti hiu penjemur, namun 90 % info ditujukan untuk anjing laut.

“Jumlah panggilan telepon telah melonjak sekitar 24-30 % setiap tahun sejak 2016,” kata Dan Jarvis, seorang petugas pengembangan kesejahteraan dan dukungan lapangan dari badan amal tersebut.

“Kemungkinan tahun ini akan melampaui 2.000 panggilan untuk pertama kalinya,” lanjutnya.

Baca Juga: Herry Rasio, Master Aquascape Kelas Dunia Asal Malang

Dilansir dari The Guardian, Jarvis telah mencatat berbagai faktor untuk peningkatan panggilan ini termasuk kesadaran dari manusia yang lebih baik tentang satwa liar dan perubahan perilaku wisatawan dalam 10 tahun terakhir.

“Ada juga kerentanan yang meningkat terhadap hewan itu sendiri karena perubahan iklim yang meningkat”, imbuh Jarvis. “Kami mulai melihat beberapa perubahan yang sangat parah, terutama pada anjing laut abu-abu karena kami mendapat lebih banyak badai di sepanjang tahun ini yang merupakan puncak musim pupping. Biasanya kami akan mendapatkan lebih banyak korban.”

Rumah sakit satwa liar sudah banyak yang berkembang karena fasilitas yang menua dan faktor permintaan yang terus meningkat. Di Stroud, Gloucestershire, Rumah Sakit Help A Hedgehog terkenal secara lokal karena menyediakan layanan tanggap darurat yang cepat. Sebanyak £ 7.000 telah dikumpulkan untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit.

Annie Parfitt, seorang pendiri badan amal mengatakan, “Kami mendapatkan lebih banyak landak setiap tahunnya, tetapi pengucian juga sangat membantu di tahun ini untuk mengurangi jumlah roadkill.”

Saat ini, rumah sakit telah menampung sekitar 90 anak hoglet remaja musim gugur yang terlalu kecil untuk hibernasi sendirian secara aman. RSPCA, sebuah badan amal kesejahteraan hewan terbesar di Inggris memiliki empat pusat spesialis satwa liar yang menerima lebih dari 17.000 hewan liar di tahun 2019.

Baca Juga: Anjloknya Industri Karoseri di Tengah Badai Pandemi

Pusat panggilan nasionalnya beroperasi selama 24 jam dan menerima 1.218.364 panggilan telepon di Inggris dan Wales di tahun yang sama. Ia pernah tutup semalaman selama pandemi karena kekurangan staf dimana ia memprioritaskan panggilan menurut tingkat keparahan dan urgensinya. Akibat dana dan ruang terbatas yang dimiliki, badan amal tersebut mendesak orang untuk hanya membawa hewan jika mereka benar-benar membutuhkan bantuan. Hal ini disampaikan oleh Adam Grogan, Kepala Ilmu dan Kebijakan Hewan Liar di RSPCA.

“Salah satu masalah terbesar adalah banyak hewan yang dibawa masuk yang mungkin tidak perlu,” tegasnya. (Nurul K/gg)

  • Bagikan