• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Hari Menanam Pohon Indonesia, Sejarah dan Kisah di Baliknya

Ilustrasi Hari Menanam Pohon. (Foto: Unsplash)

Hari Menanam Pohon Indonesia, Sejarah dan Kisah di Baliknya

Redaksi by Redaksi
6 years ago
in News, Pendidikan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tepat di tanggal 28 November diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Kebijakan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui keputusan presiden RI Nomor 24 Tahun 2008. Penetapan ini juga diikuti dengan munculnya slogan One Man One Tree (OMOT) untuk tetap melestarikan pohon-pohon dan hutan yang ada di Indonesia. Bertepatan dengan hari ini mari kita sejenak melihat cerita pohon dan hutan yang ada di dunia ini.

Berdasarkan data yang dihimpun Tirto secara global Indonesia menempati posisi kelima sebagai negara dengan kehilangan tutupan pohon terbesar yang berarti menyangkut wilayah hutannya. Sejak tahun 2001 hingga 2014, Global Forest Watch mencatat Indonesia telah kehilangan 18,91 juta Ha hutan.

You might also like

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

20/07/2026 9:04 PM
Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

20/07/2026 7:42 PM
ilustrasi penebangan hutan
Ilustrasi penebangan hutan. (Foto: Unsplash)

Baca Juga: Rekomendasi Film Animasi Keluarga yang Cocok untuk Menemani Akhir Pekan

Ada banyak faktor yang menyebabkan semakin luasnya area hutan yang hilang dan kebutuhan manusia merupakan penyumbang terbesar. Sebut saja kebutuhan manusia terhadap kertas dan tissue yang membutuhkan pohon sebagai bahan baku utamanya.

Semenjak pandemi virus COVID-19 ini penggunaan tissue tercatat semakin meningkat khususnya permintaan untuk tissue toilet. Rata-rata manusia menebang hampir 270 ribu pohon sehari untuk membuat tissue toilet. Padahal 1 batang pohon diperkirakan hanya bisa menghasilkan 1 kotak tissue, lantas bagaimana jika setiap rumah menggunakan lebih dari 1 kotak dalam per harinya?

tissue. gulungan tissue
Tissue, salah satu produk yang berasal dari kayu. (Foto: Unsplash)

 

Menurut Koesnadi dari Sekjend Sarekat Hijau Indonesia (SHI) tentang hitungan sederhana bagaimana penyusutan hutan alam Indonesia akibat dari penggunaan tissue oleh masyarakat.

“Jika jumlah penduduk Indonesia 200 juta orang dan setiap satu harinya 1 orang menggunakan ½ gulung kertas tissue artinya penggunaan kertas tissue bisa mencapai 100 juta gulung tissue per hari, berarti per bulannya pemakaian tissue di indonesia mencapai 3 milyar gulung. Bila berat kertas tissue itu 1 gulung mencapai ¼ kg, maka 3 milyar dihasilkan angka kira-kira 750.000.000 kg setara dengan 750.000 ton, Bila untuk menghasilkan 1 ton pulp diperlukan 5 m3 kayu bulat, dengan asumsi kayu bulat 120 m3 per hektar (diameter 10 up) maka sudah bisa ditebak penggunaan hutan untuk mengurus kebersihan mencapai ratusan ribu hektar setiap bulannya”.

Baca Juga: Ketika Tempe Telah Menjadi Olahan Kuliner Budaya di Meksiko

Selain penggunaan tissue penebangan pohon di hutan juga tidak berhenti untuk kebutuhan perluasan lahan perkebunan kelapa sawit. Bulan November lalu, Suku Mandobo dan Malind yang tinggal di pedalaman Papua kembali menerima kenyataan pahit ketika hutan adat milik mereka harus dibakar oleh perusahaan asing yang mengelola kebun kelapa sawit.

Hutan Papua merupakan salah satu hutan hujan yang tersisa di dunia dengan keanekaragaman hayati tinggi. Ada lebih dari 60% keragaman hayati Indonesia hidup disana. Namun sayangnya hamparan hutan itu berganti menjadi petak-petak kebun kelapa sawit.

Dilansir dari BBC Indonesia terlihat pohon kelapa sawit berjajar milik anak usaha perusahaan Korea Selatan, Korindo Group. Kelompok perusahaan ini tercatat sebagai pemilik area lahan terluas di Papua daripada perusahaan lainnya. Perusahaan ini telah membuka hutan Papua lebih dari 57.000 hektare, atau hampir seluas Seoul, ibu kota Korea Selatan.

Masyarakat adat Papua tidak mampu berbuat lebih daripada meratapi hangusnya hutan tempat mereka bernaung. Sejumlah investigasi juga dilakukan oleh para organisasi lingkungan seperti Forensic Architecture dan Greenpeace untuk mencegah semakin buruknya keadaan.

Baca Juga: Menengok Proyek Angelina Jolie Sebagai Sutradara Film ‘Unreasonable Behaviour’

Padahal 1 pohon memiliki arti besar untuk manusia karena dapat memberikan oksigen untuk 3 orang dan menyerap karbon dioksida di udara. Pohon juga bermanfaat untuk mencegah terjadinya sejumlah bencana alam. Namun sayangnya dengan ragam kebermanfaatan ini manusia masih berlaku serakah terhadap lingungan.

Oleh karena itu mari kita jadikan momentum Hari Menanam Pohon ini untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Hal sederhana bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan tissue dan kertas. (Andita Eka w/gg)

 

Referensi: bbc.com, tirto.id, kompasiana.com

 

Tags: Hari Menanam Pohon Indonesiahutanlingkunganpenggundulan hutanpenghijauanpohonreboisasi
Redaksi

Redaksi

Related Stories

Rumah doa.

DPRD Kabupaten Pasuruan Terima Aduan Warga Tolak Dugaan Rumah Doa Ilegal di Bangil

by Dwi Linda
20/07/2026 9:04 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Perwakilan warga Lingkungan Sukalipura, Kelurahan Dermo, Kecamatan Bangil, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan untuk audiensi pada Senin...

Sekolah terpencil di Sidoarjo.

Sekolah Terpencil di Sidoarjo Viral Disebut Tak Dapat Perhatian, Ini Penjelasan Dispendikbud

by Dwi Linda
20/07/2026 7:42 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Sidoarjo Netti Lastiningsih angkat bicara setelah kondisi sekolah terpencil...

Piala Dunia 2026.

Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ribuan Warga Nobar di Sidoarjo Senang Berhadiah Umrah hingga Sepeda Gunung

by Dwi Linda
20/07/2026 6:05 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Ribuan warga memadati Jalan Cokronegoro di depan Pendopo Delta Wibawa, Kabupaten Sidoarjo, Senin dini hari (20/07/2026). Mereka...

Pungli.

Kasus Dugaan Pungli Sewa Lahan Pemkot Surabaya, LPMK Kalijudan Janji Kembalikan Uang Pedagang

by Dwi Linda
20/07/2026 5:18 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kelurahan Kalijudan, Surabaya, menggelar pertemuan bersama LPMK Kalijudan dan para pedagang kali lima (PKL) terkait kasus pungutan...

Next Post
Wali Kota Malang, Sutiaji

Beredar Kabar Wali Kota Malang dan Sekda Kota Malang Positif Corona, Apa Benar?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID