Hujan Deras hingga Perahu Terbalik, Serunya Liburan Akhir Tahun Tugu Media Group - Tugujatim.id

Hujan Deras hingga Perahu Terbalik, Serunya Liburan Akhir Tahun Tugu Media Group

  • Bagikan
Kru Tugu Media Group ketika bermain rafting di Kaliwatu, Kota Batu. (Foto: Dokumen)
Kru Tugu Media Group ketika bermain rafting di Kaliwatu, Kota Batu. (Foto: Dokumen)

MALANG, Tugujatim.id – Tidak terasa tahun 2020 sudah hampir mencapai ujungnya, bisa dibilang jika 2020 adalah tahunnya kerja keras membanting tulang bagi tim Tugu Malang ID dan tim Tugu Jatim ID. Namun, tentu semua kerja keras tersebut berbuah manis berupa perkembangan pesat bagi kedua media yang lahir di Kota Malang tersebut.

Untuk merayakan hasil jerih payah tersebut, 2 media yang dinaungi oleh PT Tugu Media Komunikasindo ini melaksanakan liburan bersama di Kota Batu. Seluruh kru Tugu Malang maupun kru Tugu Jatim yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Timur juga turut hadir di kegiatan yang dimulai pada Selasa (15/12/2020) ini. Total ada sekitar 21 orang yang hadir dan berkumpul di kantor Tugu Malang pada pukul 06.30 WIB. Mereka adalah karyawan, suami atau istri karyawan, dan anak-anak karyawan.

Persiapan sebelum rafting di Kaliwatu Rafting. (Foto: Dokumen)
Persiapan sebelum rafting di Kaliwatu Rafting. (Foto: Dokumen)

Baca Juga: Buah-Buah Terbaik untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Petualangan hari itu dimulai dengan mencoba olahraga rafting di Kali Watu Rafting Kota Batu pada pukul 09.00 WIB. Total ada 16 orang peserta yang memberanikan diri mencoba olahraga air ini, bahkan salah satu peserta ada anak-anak berusia 3 tahun.

Kami lalu memakai perlengkapan pengamanan seperti helm sampai pelampung dan dibagi menjadi 4 tim di 4 perahu yang berbeda. Untungnya, setiap perahu akan ditemani instruktur profesional.

Namun, ada yang berbeda dari wajah para pesertanya rafting ini. Nampak wajah tegang sebagian besar peserta, pasalnya mereka baru pertama kali mengikuti kegiatan rafting. “Saya pernah mencoba rafting, tapi pakai perahu ban mobil,” celetuk General Manager (GM) Tugu Malang, Fajrus Shidiq, mencoba menurunkan ketegangan.

Kami lalu dibawa ke garis start rafting yang ternyata cukup jauh dari lokasi basecamp Kali Watu Rafting. Lokasinya di sebuah kebun bambu milik warga.

Perjalanan start berjalan mulus, langit tampak tidak terlalu terik sehingga udara sejuk Kota Batu bisa bersatu dengan langit yang teduh. Hanya satau dalam pikiran kami, ‘jangan sampai hujan datang.’

Baca Juga: Mengenal Prialangga, Kreator di Balik Layar Video Klip Raisa ‘Bahasa Kalbu’

Baru berjalan seperempat perjalanan atau sekitar 15 menit, arus sungai Kali Watu jadi kian deras dan kita sulit dilalui. Batu-batu jadi kian besar dan runcing, beberapa kali perahu kami tersangkut. Sangat menyusahkan ketika kami harus menggoyang-goyangkan perahu agar terlepas dari jeratan batu, sekaligus kami harus menjaga keseimbangan agar tidak jatuh ke sungai.

Setelah terbebas dari rintangan pertama, kejadian tak terduga terjadi, perahu yang dinaiki 4 wartawan Tugu Jatim tiba-tiba bocor. Ternyata perahu mereka tertusuk besi panjang dan runcing yang melintang di tengah sungai. Syukur, arus di depan sangat tenang tidak seperti sebelumnya.

Para instruktur juga bingung bagaimana bisa ada besi di sana, padahal di peserta sebelumnya tidak ada kendala seperti itu. Akhirnya besi tersebut disingkirkan dan kami harus menunggu perahu baru bagi 4 wartawan Tugu Jatim tersebut di pinggir sungai.

Tak jauh dari kami menunggu perahu baru, ternyata ada anak-anak lokal yang sedang bermain lompat air dan berenang. Karena menganggur, beberapa peserta liburan laki-laki justru ikut bermain lompat air bersama anak-anak lokal tersebut.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Drama Saeguk, Drama Korea Berlatar Belakang Kerajaan

Lima belas menit berlalu, dan perahu sudah siap, sudah waktunya melanjutkan perjalanan menuju finish.

Rute selanjutnya jadi makin ekstrim, arus sungai jadi kian deras, bahkan arus lambat agar kami bisa beristirahat jadi kian jarang. Perahu kami terus menerus bertabrakan dan bertabrakan dengan batu. Tubuh makin terguncang, bahkan beberapa kali hampir terlempar dari perahu.

Tiba-tiba kejadian yang tidak diinginkan terjadi, perahu CEO Tugu Malang, Irham Thoriq yang juga dinaiki GM Tugu Malang terbalik. Perahu mereka terbalik tepat di tengah-tengah arus deras sungai.

Wajah khawatir menghinggapi kami untuk memastikan apakah mereka baik-baik. Untungnya, beberapa saat kemudian suara tawa dari mereka berhasil meredam ketegangan tersebut.

“Kalau kejadian perahu terbalik itu biasanya karena tidak bisa menjaga keseimbangan perahu saat di arus sungai yang deras,” ujar salah seorang instruktur kepada kami.

Setelah berada di pertengahan perjalanan, hujan benar-benar turun. Bukan gerimis lagi, tapi langsung dihantam hujan deras. Volume air jadi kian meninggi dan air jadi makin deras dari sebelumnya.

Benar saja, perahu berjalan kian cepat dan beberapa pohon pisang tumbang menemani perjalanan yang makin ekstrim. Arah pandangan kian sempit karena hujan menghalangi mata.

Baca Juga: Gawat, Kontaminasi Mikroplastik Sungai Brantas Sudah Terjadi Sejak dari Malang

Syukurnya, kami mampu mencapai garis finish dengan lancar. Total perjalanan rafting dari garis start sampai garis finish ditempuh dalam waktu 1 jam.

Setelah beristirahat secukupnya dan membersihkan diri, kami melanjutkan trip ke lokasi selanjutnya. Kali ini kami mengunjungi tempat yang lebih santai, yaitu Milenial Glow Garden di Jatim Park 3 Kota Batu.

Di sini kami disuguhi berbagai ruangan ilusi optik yang memukau. Mulai dari ilusi bawah laut, dunia dinosaurus, ilusi hewan dan bunga, sampai ilusi bertemakan istana Jepang.

Setelah memuaskan hasrat eksistensi untuk feed Instagram, badan rasanya sudah berteriak untuk meminta istirahat. Akhirnya kami langsung menuju salah satu villa di Kota Batu yang kami sewa untuk menginap dan kegiatan malam hari.

Baca Juga: Wiji Thukul, Mengenang Sastrawan dan Aktivis yang Hilang pada Masa Orde Baru

Malam harinya, sekitar pukul 19.00 WIB kami melaksanakan malam keakraban di villa tersebut bersama pemimpin redaksi Tugu Jatim, Nurcholis MA Basyari.

Kami sebenarnya juga memiliki agenda untuk berbincang dengan Aqua Dwipayana secara daring karena beliau akan berangkat ke Bali.

Namun, secara tidak terduga, Aqua Dwipayana tiba-tiba muncul di belakang kami dan mengagetkan seisi villa kecuali Nurcholis Basyari. Ternyata keduanya sudah bersekongkol untuk memberikan kejutan kepada kami.”Ini nih sutradara-nya,” kata Aqua kepada Noercholis. Suasana itu langsung membuat tertawa para peserta yang hadir.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sharing dan bagi-bagi doorprise. Bagaimana keseruan acara tersebut, tunggu dan simak dicatatan selanjutnya. (rap/gg)

  • Bagikan