Memo dan Kebijakan adalah Pesan

Memo dan Kebijakan adalah Pesan

  • Bagikan
Rahayu Suryaningsih, mahasiswa IAI Al Qolam Kabupaten Malang.
Rahayu Suryaningsih, mahasiswa IAI Al Qolam Kabupaten Malang. (Foto: Dokumen)

Oleh: Rahayu Suryaningsih, mahasiswa IAI Al Qolam Kabupaten Malang

Tugujatim.id – Pada 10 Mei 2017, pembawa acara talk show terkemuka, Steve Harvey, menghebohkan dunia maya. Mulai dari media sosial hingga berita malam di televisi. Orang-orang mengekspresikan kemarahan mereka pada apa yang disebut oleh majalah Variety sebagai “memo mengejutkan” yang dikirimkan Harvey kepada stafnya (Wegmeister, 2017). Berikut sebagian isi memo itu:

Saya ingin anda semua memahami dan mematuhi catatan dan peraturan untuk musim ke-5 talk show saya berikut ini. Tidak ada lagi rapat-rapat di kamar rias saya. Siapa pun tidak boleh masuk atau tiba-tiba muncul di kamar rias saya. SIAPA PUN. Dilarang masuk ke kamar rias saya kecuali diundang. Dilarang membuka pintu kamar rias saya. JIKA ANDA MEMBUKA PINTU SAYA, ANDA AKAN DIUSIR. Tim keamanan saya akan menghentikan setiap orang yang berdiri di depan pintu untuk bertemu atau berbicara dengan saya. Saya ingin tidak ada lagi yang mencegat saya tiba-tiba, termasuk semua karyawan TV. Anda harus membuat janji bertemu dengan saya sebelumnya.

Medium adalah Pesan

Seorang ilmuwan komunikasi dan kritikus asal Kanada, yang kerap dikenal dengan nama Marshall Mcluhan adalah pencetus konsep medium adalah pesan yang dipublikasikan melalui esai fenomenalnya berjudul Medium is The Message. Mcluhan mendeskripsikan bahwa teknologi sendiri adalah medium, sebuah perantara.

Perantara tersebut, kabar baiknya, memberi peran bagi manusia. Peran tersebut cukup sulit dipraktikkan oleh manusia yang terkejut pada kilau peradaban baru. Many people would be disposed to say that it was not the machine, but what one did with the machine, that was its meaning or message, kata Mcluhan dalam bukunya. Peran tersebut sangat bergantung pada apa yang manusia lakukan terhadap medium yang ada di hadapannya.

Memo dan Huruf Besar

Penggalan memo yang ditulis oleh Steve Harvey ini bukan tanpa maksud dibuat. Dengan gaya bahaya sederhana dan blak-blakan, ia memberitahu semua orang untuk tidak mengganggunya. Lebih jauh dari itu, penggunaan huruf besar dalam memonya juga memberi penekanan yang lebih, seolah ia benar-benar mengungkapkan emosionalnya. Memo dan huruf besar tersebut merupakan medium yang Harvey gunakan untuk menyampaikan pesannya.

Kebijakan Pintu Terbuka dan Tertutup

Selain memo dan kata, isyarat pintu merupakan salah satu medium dalam menyampaikan pesan di sebuah perusahaan. Kebijakan pintu terbuka dan tertutup telah memberi pesan kepada para karyawan tentang apa yang harus mereka lakukan. Tanpa ada memo, tanpa ada layar bertuliskan ‘jangan mengganggu’.

Dalam buku kepemimpinan yang ditulis oleh Kevin Kruse ia menjelaskan secara detail mengapa kedua kebijakan ini merupakan pesan seorang manager. Pertama, kebijakan pintu terbuka mengacu pada praktik bisnis atau para pemimpin organisasi yang membuka lebar-lebar pintu mereka sehingga para karyawan merasa disambut untuk masuk dan bertemu secara informal, bertanya, atau membahas hal-hal yang membebani pikiran mereka. Seringkali, kebijakan pintu terbuka ini merupakan jalan pintas seorang karyawan yang malas (tidak efisien) dalam bekerja.

Kedua, kebijakan pintu tertutup. Meskipun terdengar mainstream, namun penelitian yang dilakukan oleh Gloria Mark, seorang professor ilmu informatika dari Universitas California menemukan bahwa kebijakan pintu tertutup ternyata lebih efisien.

Gloria menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan kunci produktivitas manager dan karyawan. Manager bisa menyelesaikan semua tugasnya tanpa harus diinterupsi oleh karyawan yang masuk ke ruangannya. Dan karyawan juga akan lebih produktif karena akan berpikir dua kali untuk meminta manager menyelesaikan permasalahannya, dan dengan begitu, ada lebih banyak waktu untu karyawan mengerjakan tugasnya dulu hingga selesai.

Jika pintu terbuka, bahkan secara kiasan Anda tidak akan pernah mengetahui bagaimana hari Anda akan berkahir. Sebaliknya, menjaga pintu Anda terbuka hanya pada waktu-waktu terbatas dan telah ditentukan memungkinkan Anda untuk mengendalikan dan mencegah orang lain menginterupsi alur aktivitas Anda sendiri.

Selain itu, dengan mengurangi peluang kehadiran Anda, Anda memaksa bawahan Anda untuk mempercayai insting mereka pada hal-hal kecil dan mencari bimbingan atau saran hanya jika masalahnya cukup besar (Kruse, 2021).

Dari contoh di atas, dapat disimpulkan adanya keselarasan dengan apa yang disampaikan Mcluhan bahwa medium adalah pesan. Memo dan kebijakan merupakan teknologi yang mampu mengirimkan pesan kepada banyak orang. Dan teknologi telah banyak mengubah perspektif dan kehidupan manusia.

Teknologi mempengaruhi apa yang kita lakukan, bagaimana kita memaknai sesuatu, bagaimana cara kita berpikir dan bagaimana kita menjadi versi diri kita sendiri.


Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugujatim , Facebook Tugu Jatim
Youtube Tugu Jatim ID , dan Twitter @tugujatim

 

 

  • Bagikan