• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Robot trading.

Ilustrasi tim robot trading yang melakukan penipuan. (Foto: Pixabay)

Skema Penipuan Robot Trading, Kasus Investasi Bodong Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
3 years ago
in Kriminal
0
Share on FacebookShare on Twitter

SURABAYA, Tugujatim.id – Baru-baru ini, kasus penipuan lewat robot trading kembali mencuat. Sepanjang 2022, tidak sedikit kasus dugaan investasi bodong tersebut telah memakan banyak korban, bahkan dari kalangan selebriti.

Seperti DNA Pro, Quote, Fahrenheit, Net89, dan terakhir Auto Trade Gold (ATG) milik Crazy Rich asal Surabaya Dinar Wahyu Saptian Dyfring alias Wahyu Kenzo yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Wahyu Kenzo sendiri mengelola bisnis robot trading ATG-nya melalui perusahaan PT Pansaky Berdikari Bersama (Panshaka).

You might also like

Komplotan begal motor.

2 Komplotan Begal Motor di Malang Ditangkap Pasca Rampas Kendaraan Mahasiswa, Pelaku Lain Diburu usai Kabur

05/06/2026 6:31 PM
Siswi MTs di Pasuruan.

Siswi MTs di Pasuruan Dirujuk ke RSJ Lawang usai Diduga Tusuk Temannya, Polisi Dampingi Pemeriksaan Psikologis 

03/06/2026 10:00 AM

Tidak main-main, hasil penipuannya memakan sekitar 25 ribu orang warga Indonesia dan warga luar negeri. Wahyu Kenzo pun mampu meraup keuntungan sebesar Rp9 triliun.

Karena itu, di zaman yang semakin maju akan perkembangan teknologi ini, masyarakat perlu mewaspadai terutama dalam hal berinvestasi melalui sistem robot trading. Karena pada dasarnya, robot trading ada yang memiliki kualitas baik dan tidak.

Jika Anda ingin memulai menggunakan robot trading, setidaknya terlebih dahulu memahami mekanisme dan mengetahui risikonya. Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu robot trading uang dikelola oleh individu atau tim berpengalaman.

Robot ini dapat melakukan uji algoritma guna mengetahui pangsa pasar lama untuk melihat dan menilai performanya. Walau hasilnya tidak bisa dijadikan sebagai patokan, tapi mampu menjadi sebuah gambaran. Jadi, jika kualitas robot semakin baik maka keuntungan yang didapat oleh pembuat dan pengguna juga akan semakin banyak.

Tak pelak, tidak sedikit juga kerugian yang didapat oleh pengguna bahkan jumlahnya hingga triliunan rupiah. Sistem yang dikelola oleh tim pembuat akan menjadi alat untuk mengiming-iming pengguna dengan keuntungan besar sehingga banyak masyarakat yang tergiur.

Umumnya, pembuat akan membuat skema model ponzi atau skema piramida di dalam MLM. Sebenarnya, aturan tersebut telah melanggar Pasal 9 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 21 UU huruf K UU Nomor 70 Tahun 2019 tentang Pemendag Distribusi Barang Langsung. Regulasi tersebut dibuat untuk menghindari adanya kecurangan memperoleh keuntungan melalui biaya partisipasi member baru.

Baca Berita Lainnya:

Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Ditahan terkait Dugaan Penipuan Robot Trading ATG

Wahyu Kenzo Raup Untung Rp9 T, Hasil Menipu 25 Ribu Korban lewat Robot Trading ATG

Kronologi Crazy Rich Surabaya Wahyu Kenzo Ditangkap

Cari Cuan dari Robot Trading ATG, Wahyu Kenzo Diduga Miliki Rumah Mewah di Malang

Kisah Warga Malang Jadi Korban Robot Trading ATG

Biasanya, awal dugaan penipuan dapat tercium dengan modus rekrut anggota baru yang diminta menyertakan sejumlah dana sebagai modal memperoleh keuntungan. Jumlahnya berbeda-beda sesuai harga paket yang ditawarkan.

Umumnya, model pemilihannya, semakin besar paket yang dipilih akan semakin besar pula keuntungan yang diperoleh nantinya. Dana tersebut akan ditransfer melalui rekening yang sudah ditentukan dalam sistem robot trading.

Lalu, jika pengguna ingin memperoleh keuntungan yang lebih banyak lagi, pengguna harus merekrut anggota baru (member-get-member), tentunya sama dengan embel-embel mendapatkan keuntungan tinggi.

Model seperti ini akan menjadi siklus dalam sistem robot. Hingga akhirnya akan disadarkan ketika member sulit menarik dana atau withdraw sampai uang pengguna akan berkurang secara terus-menerus.

Tags: Berita Kota Surabaya hari iniInvestasi bodong berkedok robot tradingKasus robot trading ATGKota Surabaya hari iniPenangkapan Wahyu KenzoRobot trading ATGRobot Trading Auto Trade GoldSistem Trading ATGTersangka Wahyu KenzoTrading ATG adalahWahyu Kenzo
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Komplotan begal motor.

2 Komplotan Begal Motor di Malang Ditangkap Pasca Rampas Kendaraan Mahasiswa, Pelaku Lain Diburu usai Kabur

by Dwi Linda
05/06/2026 6:31 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Polresta Malang Kota menangkap dua pelaku diduga komplotan begal motor bersenjata celurit pada 1 Juni 2026. Mereka...

Siswi MTs di Pasuruan.

Siswi MTs di Pasuruan Dirujuk ke RSJ Lawang usai Diduga Tusuk Temannya, Polisi Dampingi Pemeriksaan Psikologis 

by Dwi Linda
03/06/2026 10:00 AM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Proses penyelidikan kasus dugaan penusukan siswi MTs di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, terus bergulir. Siswi MTs di...

Pemuda Pasuruan.

4 Pemuda Pasuruan Diduga Aniaya 2 Anak di Bawah Umur, Polisi Ungkap Motifnya!

by Dwi Linda
30/05/2026 6:31 PM
0

PASURUAN, Tugujatim.id - Dugaan kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah Kota Pasuruan. Kali ini empat...

Perkosa.

Remaja di Malang Diduga Perkosa Teman saat Tidur Pulas, Polisi Periksa Saksi-Saksi 

by Dwi Linda
30/05/2026 4:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Insiden dugaan pemerkosaan menimpa seorang remaja berinisial SA, 18, warga Kota Malang, pada Sabtu dini hari (23/05/2026),...

Next Post
robot trading tugu jatim

Aturan Bappebti Terkait Praktik Bisnis Robot Trading di Indonesia

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID